materi MC

Materi Pelatihan MC

Untuk menjadi seorang MC, Presenter, atau Host yang handal dalam berbagai acara tentunya seseorang harus mengetahui beberapa kriteria serta tips dan trick  yang ‘wajib’ untuk dimiliki.

Hal mendasar yang harus diketahui oleh seorang pembawa acara adalah ia harus mengenal karakter dirinya sendiri (pembawaan diri yang dominan) agar ia dapat menyesuaikan potensi yang ia miliki dengan jenis acara yang akan dibawakan.

Seorang pembawa acara tentunya harus mampu menyatukan “soul” antara dirinya dan acara yang dibawakan, artinya harus benar-benar memahami konsep acara dan audiens secara menyeluruh agar tercipta chamistry yang kuat.

Satu hal yang pasti tentang pembawa acara dalam konteks apapun, ia adalah orang yang bertugas untuk menyampaikan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh audiens seputar acara yang akan dan tengah berlangsung pada saat itu. Sekaligus menjadi orang yang berperan penting untuk membuat suasana menjadi “hidup” dan tentunya akan menjadi pusat perhatian “as the first impressor” pada suatu acara.

Pembawa acara atau yang lebih mudah disebut dengan MC pada umumnya terbagi menjadi dua kategori, yaitu formal dan non formal. Untuk seorang MC formal tentunya ia harus mengetahui berbagai peraturan baku dan mendasar yang harus dipatuhi karena biasanya MC kategori ini akan membawakan acara yang bersifat sakral dan cenderung kaku sehingga MC tidak dibolehkan untuk melakukan improvisasi pada naskah yang disusun sesuai dengan aturan baku EYD dan berinteraksi dengan audiens. Misalnya Prosesi Wisuda, Pelantikan Jabatan seperti Penobatan Guru Besar, dan lain sebagainya. 

Namun, ada pula acara yang bersifat formal cenderung semi formal, yaitu acara yang bersifat formal namun masih boleh disisipi dengan berbagai improvisasi dan interaksi dengan audiens. Misalnya acara Seminar atau Workshop, di mana MC dibolehkan untuk mengucapkan kata-kata yang tidak terdapat di dalam naskah (improv) dan berinteraksi dengan audiens.

Sedangkan untuk pembawa acara non formal, pemilihan diksi dan Perform secara keseluruhan dapt lebih “bebas” dan bersifat santai sesuai dengan jenis acara yang dibawakan. Namun, tetap harus memperhatikan nilai dan norma yang berlaku dan disesuaikan dengan audiens yang hadir pada acara tersebut.

Berikut adalah beberapa tips dan trick yang bisa saya share berdasarkan pengalaman di lapangan. ( untuk mc formal)

Tips:

1. Persiapkan bahan sebaik mungkin, kumpulkan informasi akurat mengenai acara yang akan dibawakan dan berbagai hal lainnya yang terkait.
2. Pilih dan gunakan diksi yang baik dan benar (harus ada kemampuan improvisasi pada beberapa konteks acara), serta tingkatkan kemampuan berbahasa.
3. Sadari bahwa MC memiliki karakternya masing-masing khas dan harus dilatih berulang-ulang.
4. Buatlah mind maping atau outline; mengenai hal- hal apa saja yang akan dimasukan ke dalam naskah atau di bicarakan di depan audiens.
5. Buatlah tanda dalam pembacaan text pada naskah atau draft yang akan dibaca untuk memudahkan MC.
6. Perhatikan gesture tubuh, mimik wajah, dan smiling voice terutama ketika pertama kali naik ke atas panggung atau memberi sapaan sampai pada akhir acara.
7. MC harus mampu mewarnai acara melalui rasa (diksi, intonasi, ritme)
8. Jika ada kesalahan lakukan ‘manipulasi’ kata-kata, lakukan pengulangan pada kesempatan berikutnya untuk “membenarkan” kesalahan sebelumnya, atau berikan sedikit humor (mc non formal), “jangan meminta maaf”.
9. Kenali dan Kuasai medan ( mic, panggung, audiens, sampai hal teknis   lainnya secara detail), rajin bertanya untuk update informasi kepada LO atau penanggungjawab acara.
10. Lakukan latihan vocal secara rutin untuk menjaga kualitas suara dan ketahanan nafas.
11. Perluas wawasan dalam bidang apapun
12. Perhatikan etika dan legalitas yang berlaku pada suatu acara atau lingkungan sekitarnya 
13. Banyak berlatih; rekam suara sendiri untuk mengetahui ciri khas pribadi, berbicara di depan cermin.
15. Kenali mic secara detail (karakter dan jenis mic, cara pengecekan, serta output suara yang dihasilkan)
16. Mulailah untuk berbicara setelah keadaan tenang, hal ini bertujuan untuk menarik perhatin audiens ketika acara akan dimulai atau menandakan acara akan dimulai kembali.
17. Pandangan mata harus menyapu seluruh audiens dengan durasi maksimal 3-5 detik perorangnya, jika memungkinkan tatap mata audiens atau area “T” pada wajah mereka.
18. Sebisa mungkin tidak meninggalkan tempat yang disediakan untuk MC 
19. Tetaplah bersikap tenang dalam keadaan apapun (dalam keadaan genting sekalipun) atau terjadi hal-hal yang tak diinginkan di luar ekspektasi. Misalnya terjadi kendala teknis, perubahan rundown secara mendadak, atau kesalahan pada pengucapan nama dan atau gelar.
20. Dan yang terpenting dari semua hal tersebut adalah BERLATIH, BERLATIH, BERLATIH, dan BERLATIH, serta perbanyak jam terbang dengan mau menerima  setiap kesempatan yang ditawarkan.

Selamat mencoba dan semoga membantu :)

By: 
Syifa Astasia Utari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s