Holistic Beauty: 1. Beauty of Mind

Seorang terpelajar harus juga berlaku adil sudah sejak dalam pikiran apalagi perbuatan” _Pramoedya Ananta Toer_

“Kecantikan” pikiran adalah hal yang paling penting karena  setiap perilaku manusia ditentukan oleh pikirannya. Untuk menjadi cantik, pikiran pun harus mendapatkan asupan energi positif agar dapat melakukan hal-hal yang positif pula. Kecantikan yang sebenarnya tidak bisa didapat melalui satu sisi saja, tetapi dari berbagai sudut pandang yang baik dan hal tersebut hanya akan timbul jika seseorang memiliki pemikiran yang positif pula. Kecantikan pikiran adalah suatu konsep yang luar biasa, karena banyak orang dianugerahi dengan paras yang rupawan tetapi belum tentu orang tersebut dianugerahi kemampuan untuk berpikir yang baik. Oleh karena itu, jadikanlah setiap hal di dunia ini sebagai media dan bahan pembelajaran dalam proses pembentukan pola berpikir yang harus selalu dibingkai oleh sudut pandang positif.

Kecantikan pikiran dapat ditunjukkan dengan adanya kecerdasan dalam berpikir. Kecerdasan inilah yang dibutuhkan untuk menciptakan pemikiran-pemikiran yang bijak dan brilian, sehingga tak akan ada satu kesulitan pun yang tidak dapat diatasi dengan baik.

Seperti yang Anda ketahui bahwa terdapat berbagai aspek kehidupan yang harus diperjuangkan dan membutuhkan pemikiran yang sangat kompleks serta mendalam dalam setiap pemecahannya. Oleh karena itu, untuk menciptakan perbuatan yang baik, dibutuhkan juga cara, pola, dan sikap berpikir yang baik.

Seperti apakah cara dan sikap  berpikir yang baik? Berikut adalah beberapa tips bagaimana seseorang dapat mengendalikan pikiran dan mengarahkannya selalu ke arah yang positif.

1.  Selalu berprasangka baik terhadap segala sesuatu

Dalam hal ini, Anda harus mencoba menempatkan diri Anda dalam suatu kondisi yang paling tidak Anda inginkan. Bayangkan ada satu hal buruk terjadi pada diri atau keluarga Anda, misalnya saja secara tiba-tiba ada seseorang yang menfitnah dan merusak nama baik Anda di mata masyarakat, dituduh telah melakukan korupsi atau penipuan lainnya, padahal Anda sama sekali tidak pernah melakukan hal-hal yang dituduhkan tersebut. Lalu, sikap dan tindakan seperti apa yang akan mendominasi pikiran Anda di masa sulit seperti itu ? Apakah Anda akan mengutuk orang yang telah menfitnah Anda ? Berusaha membalas perbuatan kejinya ? Mencoba menghancurkan kehidupannya ? Atau justru Anda berterima kasih dan tetap berprasangka baik padanya,  bersabar atas apa yang dilakukannya terhadap Anda dan yang terpenting adalah berusaha membuktikan bahwa memang apa yang dituduhkan kepada Anda tidak benar adanya tanpa ada keinginan untuk  menuntut balik. Mengapa harus berterima kasih ? karena melalui peristiwa tersebut Anda mendapat kesempatan untuk memperkuat hati Anda dalam bersabar menghadapi cobaan seperti itu, memberi kesempatan kepada diri untuk memperkuat mental dalam mengarungi arus kehidupan. Hal yang paling utama di sini adalah membiarkan diri kita untuk senantiasa berprasangka baik terhadap sagala sesuatu yang terjadi dan meyakini bahwa apa pun itu, hanya terjadi demi perbaikan dan peningkatan kapasitas diri kita.

2.  Menyadari bahwa selalu ada alasan mengapa sesuatu itu terjadi

Bagaimana jika hal ini terjadi pada Anda :

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan, Anda berdiri diam di trotoar taman dekat rumah, tiba-tiba ada seorang pemuda bersepatu roda yang tanpa sengaja menyenggol Anda sehingga membuat Anda terjatuh. Anda pun merasa geram lalu bangun untuk menghampiri pemuda tersebut, tanpa pikir panjang Anda lansung membentaknya tanpa sempat mendengar permintaan maaf darinya, sementara itu selang beberapa detik saja dari kejadian itu sebatang pohon jatuh tepat di tempat di mana Anda berdiri sebelumnya. Tentu   Anda seharusnya berterima kasih, karena jika saja pemuda tadi tidak membuat Anda terjatuh dan berpindah tempat, mungkin saja saat itu Anda sedang mengalami sakit yang puluhan kali jauh lebih menyakitkan dibanding luka lecet akibat luka jatuh yang Anda alami karena pemuda tadi.

Dari sini kita mendapat pelajaran berharga dan mengetahui bahwa selalu ada alasan mengapa sesuatu itu terjadi pada diri kita. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan dalam bertindak tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu! Berikan waktu sejenak pada diri untuk menerima, kemudian lihat rahasia apa yang terungkap di balik apa yang terjadi, selalu ada sisi baik dari setiap hal!

3.  Berpikirlah untuk selalu bersyukur dan memperbaiki diri sendiri

Terkadang, ada satu masa di mana diri ini merasa sangat terpuruk, merasa menjadi orang paling malang sedunia hanya karena tidak memiliki rumah mewah, atau merasa orang terbodoh di jagad raya hanya karena mendapatkan satu nilai B ketika ujian. Padahal jika kita renungkan, banyak oang di luar sana yang hidupnya sangat jauh dari standard sejahtera. Kita yang mengeluh karena tidak mendapatkan makanan yang diinginkan, pernahkah kita berpikir bahwa banyak orang yang berani mempertaruhkan nyawa mereka hanya demi sesuap nasi. Ya, alangkah lucunya hidup ini, masih saja mengeluh ketika kita mendapatkan sebuah keberhasilan, merasa keberhasilan tersebut belumlah cukup, atau mungkin tidak akan pernah cukup!

Renungkanlah, semakin besar keinginan kita untuk menjadi sempurna, yang terjadi adalah sebaliknya, semakin sempurnalah ketidaksempurnaan kita. Wajar jika seseorang selalu berusaha untuk mendapatkan yang terbaik bagi kehidupannya. Tapi, pencapaian seperti apapun akan menjadi tak bermakna jika tidak disinergikan dengan adanya perasaan syukur dan tujuan yang baik, yaitu misi perbaikan diri. Sebagai manusia modern, kita dituntut agar dapat selalu berpikir positif dengan orientasi jangka panjang (masa depan), di mana pikiran kita hanya akan disibukkan oleh bagaimana mencari cara untuk terus meningkatkan kualitas diri, sehingga tak ada celah sedikit pun bagi pikiran negatif untuk merusak syaraf produktif kita.

4.  Berpikirlah bahwa setiap perilaku yang akan dilakukan, pada akhirnya harus dipertanggungjawabkan.

Pikiran yang baik, akan menciptakan perbuatan yang baik! Berhati-hatilah dalam berpikir, karena setiap pikiran yang Anda miliki dapat membuahkan hasil perbuatan yang sesuai dengan pikiran Anda. Ketika Anda merancang suatu kebaikan, percayalah bahwa kebaikan tersebut cepat atau lambat akan kembali kepada Anda. Luar biasanya, bahkan sebelum pikiran baik tersebut tertuang dalam perbuatan, Anda sudah dapat merasakan sensasi feedback dari kebaikan itu sendiri. Coba saja!

Satu hal yang perlu kita ketahui di sini adalah perlunya kesadaran penuh ketika kita berpikir. Kesadaran untuk menjaga dan membentuk pola pikir yang baik agar selalu berada dalam lingkaran jangkar positif yang dapat menuntun perilaku kita ke arah yang lebih baik. Ingatlah, bahwa apa pun yang kita pikirkan dan lakukan, pada akhirnya akan diminta pertanggungjawabannya. Semua kembali pada diri kita pribadi, pertanggungjawaban seperti apakah yang kita inginkan, sesuatu yang menyenangkan karena nantinya yang diceritakan hanyalah hal-hal indah dalam selubung kebaikan, atau mungkin sebaliknya penuh nista yang terkekang keburukan di masa lalu. Tentukan pilihan Anda saat ini juga!

Pemikiran seseorang memang tidak pernah terlepas dari orang-orang dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar Anda. Namun, sekali lagi saya katakan pada Anda bahwa Pikiran Anda adalah milik Anda, baik buruknya pemikiran Anda bergantung pada kemampuan Anda mengendalikannya!

You can chain me, you can torture me, you can even destroy this body, but you will never imprison my mind” _Mahatma Gandhi_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s