Holistic Beauty: 2. Beauty of Soul

When you do thing from your soul, you feel a river moving in you, a joy. When action come from another section, the feeling disappears”_Rumi_

“Don’t be fooled by pretty face; look for character and grace!” Seorang kawan pernah mengatakan itu kepada saya. Ya, memang tak dapat dipungkiri bahwa hampir setiap orang selalu memandang orang lain melalui tampilan fisiknya terlebih dahulu, atau setidaknya itulah yang sering dijadikan tolak ukur layak tidaknya seseorang dikatakan sebagai orang yang berkelas. Namun, ada yang terlewatkan di sini, seharusnya kita menyadari bahwa bukan hanya sekedar wajah yang cantik atau tampan yang dapat menjadikan seseorang menarik, tertapi adanya faktor lain yang begitu kuat pengaruhnya dalam kepribadian seseorang, yaitu Soul and Character yang ia miliki.

Jika seseorang memiliki kecantikan pribadi pemberian Tuhan, bakat yang menakjubkan, dan kemampuan lebih lainnya, tetapi semua itu terasa menyesakkan jiwa, pesona tersebut dapat menjadi hadiah yang “berbahaya” bagi orang tersebut.  Tuhan memberikan kecantikan yang berbeda pada tiap makhluknya, semata untuk menjadikan manusia bersyukur atas segala hal yang dimilikinya. kecantikan seseorang dapat pula menjadi  tolak ukur bagi dirinya untuk dapat menentukan sikap, apakah ia akan bersyukur atas anugerah yang diberikan atau sebaliknya, kecantikan tersebut menjadi hal yang selalu ia keluhkan.

Seperti halnya pada saat seseorang ingin menilai gambar, Anda harus memiliki cahaya yang tepat di atasnya, maka hati dan jiwa yang baik dalam tubuh akan menjadi sumber cahaya yang akan menyinari wujud kecantikan yang sesungguhnya. Hati dan jiwa seseorang akan tercermin melalui sikap dan sifat (character) dalam memandang makna kecantikan itu sendiri, seseorang dikatakan cantik jika dari dalam dirinya terpancar energi positif menyenangkan, menenteramkan, dan memberikan perasaan nyaman bagi siapa pun yang berada di dekatnya.

Ada sisi lain dalam diri kita selain fisik, sesuatu yang begitu lembut, rapuh, tak kasat mata, namun mampu memberi nyawa dan kekuatan pada raga, itu lah Soul (jiwa). Jiwa ini ada pada setiap raga dan bersifat menghidupkan. Jiwa layaknya sebuah baterai pada sebuah boneka, ketika baterainya terisi penuh oleh energi maka boneka dapat hidup dan menari-nari sesukanya. Tapi ketika baterai itu habis tak ada daya bagi boneka bahkan hanya untuk mengedipkan mata sekalipun. Kita pun demikian, membutuhkan jiwa sebagai pengisi energi raga sehingga mampu bangkit dan menemui kehidupannya, dan jiwa yang bersih tentu akan memberikan aura kecantikan yang baik pada raganya.

Kecantikan seperti ini  memang bukanlah kecantikan yang biasa, melainkan sesuatu yang berbeda, oleh karena itu membutuhkan perawatan yang tidak biasa pula. Terdapat hal yang sangat menantang di sini,  yaitu bagaimana cara untuk menimbulkan pesona kecantikan jiwa  sehingga dapat terpancar ke segala penjuru aspek kehidupan.

Seorang sastrawan dunia, Shakespeare mengatakan bahwa kecantikan yang sesungguhnya: “in nature there’s no blemish but the  mind, none can be called deformed but the unkind; virtue is beauty”. Kebaikan dikatakan sebagai kecantikan, perilaku yang baik tercipta dari jiwa, hati, dan pikiran yang baik pula. Kebaikan-kebaikan tersebut akan timbul dengan adanya asupan nutrisi terhadap jiwa kita, berikut di antaranya:

  1. Selalu berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan

Salah satu kondisi di mana seseorang merasakan kenyamanan adalah ketika ia mampu untuk berkomunikasi dengan Tuhannya. Cobalah luangkan waktu sejenak di setiap harinya untuk meluapkan isi hati Anda kepada Sang Pencipta, tentang hal yang terjadi pada Anda, Impian-Impian Anda, bahkan masa lalu Anda yang sebenarnya telah di ketahui oleh-Nya. Jadikan Tuhan Anda sebagai tempat pengaduan, tempat berkeluh kesah, dan meminta. Rasakan perbedaannya ketika Anda melakukan hal yang sama kepada sesama manusia!

2. Senantiasa memberikan ketenangan terhadap diri dan orang lain

Ketika menghadapi sesuatu, fokuskan diri untuk mencapai yang terbaik. Pencapaian tersebut tidaklah memerlukan pengorbanan yang berlebihan, alih-alih bukannya tercapai dengan baik justru malah merusak keseimbangan mental dan jiwa. Lakukanlah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, berikan hati dan jiwa Anda waktu untuk bernafas, sehingga tidak akan ada kegemparan berarti yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Jika Anda mampu mengendalikan kondisi hati dan jiwa agar tetap stabil dalam menghadapi apapun, tak akan pernah ada kata stress, depresi, atau istilah gangguan lainnya yang dapat menghampiri Anda!

3. Melakukan hal-hal yang menarik dan bermanfaat

Agar kondisi pikiran, hati, dan jiwa tetap stabil, tentu saja perlu juga melakukan refreshing untuk menyegarkannya kembali setelah mengalami kepenatan dalam kurun waktu yang cukup panjang. Hal ini dapat dilakukan dengan mencoba hal-hal yang Anda gemari seperti melakukan hobi tertentu, melakukan sesuatu yang sudah lama tidak Anda lakukan karena terbatas oleh kesibukkan, atau mungkin mencoba sesuatu yang baru. Misalnya saja, mengunjungi tempat-tempat kedamaian Anda (jika Anda membayangkan berada di tempat tersebut, Anda merasa sangat nyaman), seperti daerah pegunungan, pantai, atau berlayar di tengah lautan. Yang terpenting adalah bagaimana Anda dapat menciptakan suatu kondisi di mana Anda merasa sangat nyaman, santai, dan rileks, sehingga Anda merasa telah terbebas dari segala beban yang menghimpit Anda. Cobalah sesekali untuk melakukannya, dan rasakan apa yang Anda dapatkan.

4. Memposisikan diri sebagai orang yang selalu berbahagia

Tidak ada satu pun orang yang terbebas dari masalah sekecil apa pun  dalam kehidupannya. Bahkan orang paling kaya, paling berkuasa, dan paling tinggi kedudukannya pun tentu memiliki masalah dalam hidupnya masing-masing. Memang sudah menjadi sifat dasar manusia untuk tidak pernah merasa puas akan suatu hal, begitu pun kita. Selalu saja ada hal yang dianggap kurang, dianggap sebagai masalah yang seolah tak kunjung berakhir. Padahal, yang sebenarnya adalah diri kita sendiri yang belum mencoba untuk mencukupkan apa-apa yang kita dapatkan dan apa-apa yang kita miliki. Jika selama ini Anda merasa begitu banyak beban yang Anda tanggung dan harus Anda selesaikan sendiri, renungkanlah apakah memang perasaan itu merupakan suatu kebenaran? Atau hanya perasaan hiperbol yang dibuat-buat dan didramatisasi oleh perasaan Anda sendiri? Hati-hati jangan sampai Anda tertipu oleh diri Anda sendiri! Belum tentu apa yang Anda pikirkan sesuai kenyataannya, misalnya saja suatu hari Anda melihat jadwal kegiatan dan hal-hal yang harus dikerjakan berkaitan dengan urusan pekerjaan, di satu sisi Anda juga tetap harus membantu urusan rumah tangga keluarga, dan juga menyelesaikan studi Anda. Saya yakin saat itu juga Anda merasa dan mempertanyakan mengapa harus begitu banyak beban yang Anda pikul atau lebih tepatnya menganggap hal tersebut sebagai MASALAH.

Coba Anda pikirkan sekali lagi, apakah hal-hal yang seperti itu selalu Anda katakan sebagai masalah? Jika ya, maka Anda termasuk orang yang akan selalu merugi, karena setiap detik dalam hidup Anda hanya dikelilingi oleh sesuatu yang Anda sebut masalah. Tapi, jika Anda memandang dari sisi yang berbeda, dari sisi yang lebih positif, tentu semuanya akan terasa berbeda.

Cobalah untuk menjadikan setiap pekerjaan, kewajiban, dan semua aktivitas Anda sebagai sesuatu yang menyenangkan, jadikan sebagai sebuah kebutuhan yang apabila tidak dilakukan Anda akan merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidup Anda. Ya, seperti itu. Ubah setiap hal yang menurut Anda masalah menjadi sebuah tantangan, sebuah bahan pembelajaran yang jika Anda berhasil melewatinya berarti Anda juga telah berhasil meningkatkan kualitas diri Anda, dengan begitu sampai kapan pun Anda akan dengan senang hati melakukannya. Secara otomatis Anda pun akan selalu merasa bahagia karena tidak pernah memiliki masalah ataupun beban dalam hidup, yang ada hanyalah tantangan dan pembelajaran yang menyenangkan. Sangat membahagiakan bukan? Selamat menjadi pribadi yang berbahagia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s