Holistic Beauty: 4. Beauty of Communication

We cannot not to comunicate

Sebuah ungkapan yang selalu ada dalam kajian teori-teori ilmu komunikasi. Pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendiri (homo socius) karena manusia memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi sehingga cenderung berkeinginan untuk menjalin hubungan dengan orang lain.  Sebuah penelitian dari kisah nyata yang menceritakan tentang seorang gadis yang hampir semasa hidupnya (13 tahun) dikurung oleh ayahnya dan tidak pernah diizinkan berinteraksi dengan orang lain sehingga sama sekali tidak pernah melihat dan berbicara dengan orang lain bahkan keluarganya sekali pun. Sampai ketika suatu saat sang gadis sakit keras dan ayahnya memutuskan membawanya ke rumah sakit, saat melihat dunia luar untuk pertama kalinya, ia mengalami depresi yang sangat hebat sehingga menyebabkan kematian yang sungguh ironis. Kisah tersebut menunjukkan bahwa betapa pentingnya peran komunikasi dalam kehidupan manusia.

Suatu komunikasi dikatakan baik apabila komunikasi tersebut berjalan secara efektif dan efisien. Artinya, isi pesan yang diterima akan mendekati kebenaran dari isi pesan yang disampaikan sehingga tercipta kesamaan persepsi antara pihak yang berbeda. Segala tingkah laku manusia adalah komunikasi, baik verbal maupun nonverbal semuanya memiliki makna. Sekarang, bagaimana agar komunikasi dapat berjalan lancar? Tentu saja semua itu ada seni dan tekniknya. Kemampuan berkomunikasi tiap orang berbeda, dan untuk menjadi seorang komunikator yang handal dibutuhkan kemauan untuk melatih kemampuan itu sendiri.

Beauty of Communication adalah suatu  tema yang akan memaparkan bagaimana seni berkomunikasi yang efektif dan menarik sehingga menciptakan interaksi yang harmonis antar individu.

2 thoughts on “Holistic Beauty: 4. Beauty of Communication

  1. Komunikasi zaman sekarang bukan hanya sebatas face to face, bisa lewat telfon, bb, fb, rwitter,telfon, blog dll, nah apa makna seseorang ketika kita ingin melakukan komunikasi contohnya komentar ini kali ya, orang tersebut tidak membalas sama sekali komentar atau tidak ada respon sama sekali, padahal sudah saling mengenal?
    Dan bagaimana cra supya bisa membuka komunikasi yg dingin seperti itu?

    • Sebelumnya perlu dicermati terlebih dahulu bagaimana tipe orang yang diajak berkomunikasi (apakah supel, dingin, cuek, ramah), karena tidak semua orang cara berkomunikasinya sama saat kita bertemu langsung dengan ketika melalui media tertentu (media sosial), bisa jadi orang tersebut merasa lebih nyaman berkomunikasi face to face. Jadi orang yang supel di kehidupan nyata belum tentu ia akan se supel itu ketika menggunakan media, tapi bisa juga sebaliknya. Intinya, kenali dulu siapa lawan bicara anda dan tetaplah berusaha membuka ruang komunikasi secara ramah dan menyenangkan:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s