Tips Mengatasi Kesalahan Saat Menjadi MC

Pada saat kita sedang menjadi pembawa acara, kadangkala terjadi kesalahan-kesalahan teknis yang sering membuat kita panik. Misalnya mikrofon mati, salah menyebutkan nama acara atau bahkan nama orang. Terlihat sedikit memalukan memang, tapi jika kita mampu menyikapinya dengan tenang dan mengetahui trik mengatasinya maka semua akan tetap berjalan lancar pada akhirnya. Lantas bagaimana kiatnya? tentu saja semua itu tergantung pada jenis acara apa yang kita bawakan.

JANGAN MEMINTA MAAF. Saya pernah menjadi pembawa acara dalam pembukaan konverensi internasional di Universitas Padjadjaran, pada saat itu saya belum hafal struktur pemerintah daerah yang baru (pesta demokrasi di Jawa Barat baru selesai saat itu). Apa yang terjadi? pada awal ucapan selamat datang saya salah menyebutkan nama tamu kehormatan. Seharusnya “Yang Kami Hormati Sekretaris Daerah Jawa Barat, Bapak X” tiba-tiba yang terbaca adalah nama salah satu dari Wakil Rektor Unpad. Cukup fatal memang, namun saya tidak meminta maaf dan tetap melanjutkan penyebutan daftar sambutan lainnya (proses penyambutan berjalan cepat dan mungkin tidak banyak orang yang terlalu memperhatikan karena acar belum secara resmi saya buka)

Nah, untuk memperbaiki kesalahan tersebut pastikan ada moment dimana Anda dapat menyebutkan nama Sekda yang sesungguhnya. Seprti agenda pemberian “pidato pembukaan” atau “Sambutan”, siasati dengan pengulangan nama secara jelas berikut dengan gelar yang disandangnya secara rinci dengan artikulasi yang baik. Misalnya “Sambutan dari perwakilan pemerintah daerah yang akan disampaikan oleh Dr. X., MA., Phd. Kepada Bapak X kami silahkan”

Fungsi pengulangan dan penekanan nama tersebut adalah untuk memberitahu pada semua audiece bahwa Sekda Jawa Barat yang sedang menjabat adalah bapak X, bukan yang saya sebutkan di awal acara sebelum acara dibuka tanpa perlu mendapat perhatian berlebih dengan meminta maaf. Karena pada dasarnya audience cenderung tidak akan sadar jika kita membuat kesalahan sampai kita yang memberitahukan sendiri bahwa kita salah dan dipertegas dengan meminta maaf tadi. Cukup lakukan pengulangan dan penekanan di moment yang lain untuk memperbaikinya. That simple🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s