Hiduplah dalam Hidupmu

Pernahkah terbesit dalam benak Anda bahwa apa yang Anda jalani dan perjuangkan selama ini seolah hanya sia-sia belaka?  Pernahkah Anda berujar ingin mengulang waktu agar dapat mengambil langkah yang berbeda dari sebelumnya, hanya karena apa yang Anda dapatkan seringkali tak sesuai dengan apa yang Anda harapkan? Pernahkah Anda merasa terjebak dalam mimpi orang lain namun tak punya kuasa selain mewujudkannya?

Pikiran liar seperti ini seringkali menggandrungi mereka yang berada dalam persimpangan. Persimpangan yang selalu ramai oleh banyak pilihan, persimpangan yang selalu menyisakan pertanyaan tanpa secuil pun jawaban, persimpangan yang tak hentinya menyemai kebingungan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan. Ya, sebuah perjalanan panjang untuk mengungkap diri yang sejati, menemukan arah yang tepat untuk dituju selama raga tegap berdiri, dan menentukan pilihan akan sesuatu yang tak ingin disesali nanti.

Perjalanan yang tak akan terhenti meski hati mereka menghendaki, meski  raganya teriris berkali-kali, meski rasa yang terpatri sudah tiada lagi. Perjalanan yang membuat mereka selalu ingin mengakhiri namun lebih tak sanggup untuk mengulang kembali. Perjalanan yang memaksa mereka untuk terus berlari tanpa menoleh ke belakang lagi, sampai saatnya mereka menyadari bahwa tak ada pilihan lain kecuali menjalani.

Hidup ini adalah salah satu dari perjalanan yang Tuhan tawarkan untuk kita maknai. Sebuah anugerah sekaligus ujian yang menuntut kita untuk  selalu bertahan menghadapi gejolak kehidupan yang baranya tak pernah mati. Hanya mereka yang mau berjuang dan tak patah arang yang akhirnya akan menikmati janji Tuhan di kemudian hari.

Sayangnya, lagi-lagi kita sering terjebak dalam hitungan matematis dunia yang menyatakan bahwa semakin besar perjuangan yang kita lakukan maka akan semakin banyak pula keberhasilan yang kita tuai. Pun demikian, nyatanya yang terjadi terkadang jauh dari perkiraan, tak mampu diukur dengan logika perhitungan dan sungguh penuh dengan ketidakpastian.

Kadangkala, saat diri ini merasa telah melakukan yang terbaik, di saat yang bersamaan takdir justru menunjukkan hasil yang berbanding terbalik. Dengan mudahnya amarah menyeruak, kecewa merasuk, putus asa menjelma menjadi palang bagi pintu-pintu kesempatan lain yang masih terbuka. Lalu kita? hanyut tenggelam dalam ketidaksukuran yang mengerikan, melupakan tabir yang rahasianya belum sempat tersingkap di balik “kegagalan”, dan meremehkan pelajaran bahwa selalu ada alasan dari setiap kejadian. Bukankah hal yang demikian hanya menyeret kita semakin jauh ke dalam lembah kenistaan?

Mengapa kita tidak mencoba saja lebih keras untuk membesarkan hati dan sedikit menundukkan kepala dari kepongahan? Mencoba memandang segala sesuatu dengan penuh kesukuran tanpa rasa dengki atas apa yang terjadi. Mencoba menelaah lebih dalam lagi tentang hikmah yang satu persatu menanggalkan wajah misteriusnya. Hikmah yang selalu menunggu untuk kita selami, hikmah yang selalu menjadi penyembuh atas luka yang tanpa sadar kita gores dengan tangan sendiri.  

Waktu memang tidak pernah bisa diulang kembali, namun percayalah bahwa tidak ada satu pun hal yang terjadi dengan kesia-siaan, tidak ada satu pun hal yang digariskan tanpa sebuah tujuan. Maka, hiduplah seolah-olah kita akan mati, hiduplah seolah-olah kita tak akan bertemu esok hari, hiduplah sebaik-baiknya sampai tak perlu ada yang kita sesali nanti. Hiduplah  dalam hidupmu sendiri!

By: SAU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s